Dengan tauhid, umat menjadi kokoh, Islam akan kembali tampil memimpin dunia. Betapa tidak, seorang muwahhid adalah orang yang merdeka secara hakiki. Tak takut kepada siapapun, dan apa pun juga kecuali hanya kepada Allah. Hidupnya selalu optimis, karena percaya bahwa yang kuasa memberi manfaat ataupun menimpakan bahaya hanyalah Allah semata. Dengan tauhidnya yang membaja, ia yakin bahwa Allah akan menolong dan memberi kemenangan. Lalu, apakah yang lahir dari sekelompok umat muwahidin tersebut, selain kegemilangan dan teraihnya kesuksesan?
Karena itu, buku yang ada di tangan pembaca ini (terjemahan dari kitab Minhaj al-Firqah an-Najiyah wa ath-Tha’ifah al-Manshurah), menjadi sangat penting artinya. Sebab ia membahas banyak hal tentang tauhid, juga masalah-masalah lainnya. Buku ini ditulis oleh seorang ulama Kontemporer dengan otoritas keilmuan Islam yang diakui dan giat di medan dakwah. Beliau adalah Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu rahimahullah. Di samping giat berdakwah, beliau pernah mengajar di Darul Hadits al-Khairiyyah, Makkah al-Mukarramah.
Di antara sejumlah kitab yang telah beliau susun adalah: Taujihat Islamiyah li Ishlah al-Fardhi wa al-Mujtama’, Arkan al-Islam wa al-Iman min al-Kitab wa as-Sunnah ash-Shahihah, al-Aqidah min al-Kitab wa as-Sunnah ash-Shahihah, Quthuf min asy-Syama’il Muhammadiyah wa al-Akhlaq an-Nabawiyah, wa al-Adab al-Islamiyah, Hukm ad-Dukhan wa at-Tadkhin ‘ala Dhau’ ath-Thibb wa ad-Din, dan lain sebagainya.
Buku ini membahas tentang tauhid dan macam-macamnya, keutamaan-keutamaan tauhid berdasarkan al-Qur’an dan al-Hadits, siapakah Firqatun Najiyah itu?, penjelasan tentang syirik besar, syirik kecil, kufur besar, kufur kecil, fenomena syirik, bahaya dan kiat memberantas syirik, ziarah kubur yang syar’i dan ziarah yang bid’ah, seputar bid’ah, dan masih banyak lagi.
JALAN GOLONGAN YANG SELAMAT
Golongan yang selamat ialah golongan yang setia berpegang teguh kepada manhaj Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hidupnya, dan manhaj para sahabat sesudahnya. Yaitu Kitab suci al-Qur’an yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya, yang beliau jelaskan kepada para sahabatnya dalam hadits-hadist shahih. Beliau memerintahkan umat Islam agar berpegang teguh kepada keduanya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : ‘Aku tinggalkan dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selama kalian berpegang teguh dengan keduanya yaitu Kitabullah dan Sunnahku, serta keduanya tidak akan berpisah sampai keduanya mendatangiku di Telaga (di Surga).” (HR. Hakim dan Baihaqi)